Magazine

Ingin Rumah Ramah Lingkungan? ini Triknya!

Siapa nih yang mulai kepikiran dengan perkembangan saat ini? Dimana kerusakan terhadap lingkungan semakin parah setiap harinya.. Manusia dituntut untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Banyak kampanye dari komunitas-komunitas peduli lingkungan yang bersosialisasi konsep ramah lingkungan untuk menggerakkan masyarakat dalam penggunaaan energi yang berlebihan.

Hal ini memerlukan peran penting dari berbagai pihak, salah sastunya adalah peran desainer. Peran untuk mengedukasi masyarakat terhadap kesadaran lingkungan, mulai dari pemilihan bahan yang digunakan. Saat ini, desain rumah ramah lingkungan semakin berkembang dan menarik untuk diterapkan.

Nah, teman-teman Livieners tidak perlu khawatir. Jika anda berencana untuk memiliki rumah seperti ini, berikut aku kasih inspirasi agar anda #benarbenarpedulilingkungan

  1. Membuat Rumah Mengikuti Lingkungan Sekitar

Banyak manusia mengira bahwa desain rumah minimalis atau modern kontemporer merupakan representasi daerah rumah ramah lingkungan, padahal hal tersebut tidak semua benar. Mempunyai rumah harus mengikuti lingkungan sekitar. Misalnya saja, iklim di Indonesia yang panas kurang cocok jika memperbanyak kaca, karena akan menimbulkan efek rumah kaca.

  1. Bermaterial dari Bahan Alam

Oh ya untuk poin kedua, teman-teman Livieners bisa memanfaatkan bahan-bahan dari alam untuk material dinding maupun lantai. Pembuatan lantai rumah bisa menggunakan semen, batu bata, kayu atau keramik, sedangkan pembuatan dinding bisa menggunakan batu bata karena bahan ini menyerap panas dengan lebih efektif.

  1. Memperbanyak Ruang Terbuka dan Tanaman

Terkadang manusia tidak menyadari dalam hal membangun rumah yang ramah lingkungan itu sangat penting. Perlu teman-teman Livieners ketahui, bahwa yang dimaksud memperbanyak ruang terbuka merupakan salah satu solusinya. Ruang terbuka yang dimaksud adalah pada bangunan pintu, jendela, taman dalam ruang, skylight (jendela pada atap).

Memperbanyak bukaan pada suatu bangunan akan meminimalisir pemakaian energi listrik. Sehingga penggunaan cahaya dan sirkulasi alami juga akan lebih menyehatkan baik secara psikis maupun psikologis bagi penghuninya. Begitu pula dengan AC, peggunaanya dapat lebih dibatasi karena udara segar sudah mengalir lancar.

Selain itu, mempunyai ruang terbuka hijau tidak perlu luas. Cukup mengikuti besar lahan yang tersedia. Meskipun lahan anda kecil, tentunya anda bisa membangun sebuah taman kecil di pekarangan rumah. Poinnya adalah tumbuhi lahan tersebut dengan berbagai tanaman hijau yang dapat meningkatkan kualitas udara.

Nah, untuk teman-teman Livieners yang peduli terhadap lingkungan, maka tak ada salahnya jika ikut mengadopsi pembangunan yang mempunyai ruang terbuka hijau karena memiliki pengaruh yang baik dalam kelestarian lingkungan dan sekitar.

  1. Mengelola Sampah dan drainase yang Baik

Di poin ini sangat penting. Coba perhatikan system pengolahaan sampah dan drainase pada rumah teman-teman Livieners! Apabila rumah tersebut memiliki sampah yang baik seperti tempat penguraian sampah organik dan non-organik, maka teman-teman sudah melakukannya dengan baik. Selain itu, perhatikan drainasenya juga ya!

Sebelum teman-teman Livieners memiliki rumah ramah lingkungan, sebaiknya bulatkan dulu niat kita. Jika sudah siap dan mantap, aplikasikan konsep ini di tempat tinggal anda dengan senang hati! Selamat mencoba!

Leave a Reply